counter

Kamis, 05 September 2013

PMS

Sindrom prahaid (Bahasa Inggris: premenstrual syndrome, PMS) adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita. Sekitar 80 hingga 95 persen perempuan pada usia melahirkan [1] mengalami gejala-gejala pramenstruasi yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupannya [2]. Gejala tersebut dapat diperkirakan dan biasanya terjadi secara regular pada dua minggu periode sebelum menstruasi. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelahnya [1]. Pada sekitar 14 persen perempuan antara usia 20 hingga 35 tahun, sindrom pramenstruasi dapat sangat hebat pengaruhnya sehingga mengharuskan mereka beristirahat dari sekolah atau kantornya [3].
Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan sekitar dua minggu sebelum haid biasanya dianggap hal yang lumrah bagi wanita usia produktif. Sekitar 40% wanita berusia 14 - 50 tahun, menurut suatu penelitian, mengalami sindrom pra-menstruasi atau yang lebih dikenal dengan PMS (pre-menstruation syndrome). Bahkan survai tahun 1982 di Amerika Serikat menunjukkan, PMS dialami 50% wanita dengan sosio-ekonomi menengah yang datang ke klinik ginekologi.
PMS memang kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid. Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid






Senin, 26 Agustus 2013

Surat untuk calon ibu mertua

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebelum saya terus mengores kata dalam tulisan ini,
Izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu,
Duhai calon ibu mertua ku,
Perkenalkanlah saya adalah wanita biasa berkeperibadian teramat biasa dari keluarga yang biasa biasa sahaja.
Saya bukanlah Khadijah ra,
Seseorang yang luar biasa dalam sejarah wanita islam dan teramat mulia.
Saya bukanlah Aisyah ra, 
Seorang yang utama dalam ketakwaannya.
Saya bukan pula Fatimah Az Zahra yang sangat utama dalam ketabahannya.
Tidah pula seperti Zulaikha yang teramat sangat cantiknya.
Apa lagi al Khansa yang sangat pandai mendidik mujahid mujahid kecilnya.
Tapi, seperti yang sayang katakan, saya hanya wanita biasa.
Dengan ketakwaan yang biasa.
Ketabahan takseberapa.
Dan kecantikan saya pun tidak pantas diperhitungkan
Namun ibu,
Saya adalah wanita akhir zaman.
yang punya cita cita menjadi wanita solehah.
Yang akan berusaha mengabdi pada calon suamiku dan juga padamu.
Duhai calon ibu mertuaku..
Saya harap kita akan bisa bersahabat.
Kerana pernikahan adalah membuka tabir rahsia antara aku dan anakmu.
Memerlukan banyak kesabaran untuk menghadapi banyaknya
kejutan kejutan dari perbedaan antara kami.
Saya harap ibu dapat menjadi penasihat jika saya sedang alpa.
Menjadi pendengar setia saat saya ingin berbagi.
Kerana saya bukanlah Siti Hajar ra, yang sabar dalam penderitaan
Wassalam.
                                                                                                                 
 Salam santun
Dari calon menantumu.